SELF-DIRECTED LEARNING DALAM KEPEMIMPINAN PESANTREN

Harga aslinya adalah: Rp185.500,00.Harga saat ini adalah: Rp165.000,00.

Buku Self-Directed Learning dalam Kepemimpinan Pesantren mengkaji kepemimpinan pesantren sebagai proses pembelajaran yang reflektif, mandiri, dan berkelanjutan. Kepemimpinan tidak semata-mata dipahami sebagai warisan tradisi atau legitimasi otoritas, melainkan sebagai proses pembentukan diri melalui pengalaman, refleksi, regulasi diri, dan internalisasi nilai-nilai Islam. Berlandaskan pemikiran Knowles, Brookfield, Dewey, Freire, dan sejumlah teoretikus pembelajaran lainnya, buku ini mengintegrasikan konsep Self-Directed Learning dengan tradisi keilmuan pesantren yang berakar pada turats, sanad, adab, dan amanah kepemimpinan. Melalui perspektif Pendidikan Nonformal (PNF), Pendidikan Luar Sekolah (PLS), dan Pendidikan Masyarakat (PENMAS), pesantren ditempatkan bukan sekadar sebagai pewaris tradisi, melainkan sebagai ruang hidup bagi konstruksi pengetahuan dan pembentukan…

Deskripsi

Buku Self-Directed Learning dalam Kepemimpinan Pesantren mengkaji kepemimpinan pesantren sebagai proses pembelajaran yang reflektif, mandiri, dan berkelanjutan. Kepemimpinan tidak semata-mata dipahami sebagai warisan tradisi atau legitimasi otoritas, melainkan sebagai proses pembentukan diri melalui pengalaman, refleksi, regulasi diri, dan internalisasi nilai-nilai Islam.
Berlandaskan pemikiran Knowles, Brookfield, Dewey, Freire, dan sejumlah teoretikus pembelajaran lainnya, buku ini mengintegrasikan konsep Self-Directed Learning dengan tradisi keilmuan pesantren yang berakar pada turats, sanad, adab, dan amanah kepemimpinan. Melalui perspektif Pendidikan Nonformal (PNF), Pendidikan Luar Sekolah (PLS), dan Pendidikan Masyarakat (PENMAS), pesantren ditempatkan bukan sekadar sebagai pewaris tradisi, melainkan sebagai ruang hidup bagi konstruksi pengetahuan dan pembentukan kepemimpinan.
Buku ini menawarkan perspektif konseptual tentang Self-Directed Leadership, yaitu kepemimpinan yang tumbuh melalui kesadaran diri, kemandirian belajar, refleksi kritis, tanggung jawab sosial, dan kedalaman spiritual. Dengan menjadikan praktik kepemimpinan pesantren sebagai sumber pengembangan teori, buku ini berkontribusi pada pengayaan kajian pendidikan nonformal dan kepemimpinan pendidikan Islam. Pada akhirnya, buku ini menegaskan bahwa pemimpin pesantren bukan hanya penjaga tradisi, melainkan pembelajar sepanjang hayat yang terus mentransformasikan pengalaman menjadi kebijaksanaan dan tindakan bermakna.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Produk Terkait